Puasa Asyura: Pengertian, Anjuran, Keutamaan, Hadist, Hukum, dan Bacaan Niatnya

Apakah Anda sedang mencari pengertian puasa asyura, anjuran puasa asyura, keutamaan puasa asyura, hadist tentang puasa asyura, Hukum puasa asyura dan bacaan niat puasa asyura, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat.

Jangan lupa berdoa biar ilmunya berkah!

Pengertian Puasa Asyura

Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan umat Islam pada bulan Muharram. Puasa di bulan Muharram disebut sebagai ibadah yang utama setelah puasa Ramadhan. Puasa Asyura sendiri secara bahasa berasal dari kata Asyura dalam bahasa Arab yang memiliki makna sepuluh. Sedangkan secara istilah, Asyura merupakan tanggal 10, khususnya di bulan Muharram.

Anjuran Puasa Asyura

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu’.”Puasa Asyura telah dilaksanakan sejak zaman jahiliah oleh orang-orang Quraisy dan Rasulullah SAW.

Hal itu dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim lainnya berikut ini. “Ketika beliau melakukan hijrah ke Madinah beliau berpuasa dan beliau memerintahkan berpuasa. Maka tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau bersabda: ‘Siapa yang suka puasa di hari Asyura, silahkan ia berpuasa, dan siapa yag tidak suka boleh meninggalkannya,” (HR. Muslim 1897).

Keutamaan Puasa Asyura

Asyura juga termasuk puasa yang sangat dianjurkan oleh agama Islam. Rasulullah bersabda: Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharram. (HR Muslim).   

Di antara keutamaan puasa ini ialah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Dari sahabat Abu Qatadah, bahwa Nabi Muhammad bersabda: Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu. (HR at-Tirmidzi).

Puasa asyura adalah puasa sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ada satu manfaat puasa Asyura yang disebutkan di dalam hadits.

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, dan beliau menjawab, Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Hadist Tentang Puasa Asyura

Dan tidaklah musim haji yang diberkahi itu berlalu, melainkan datang sesudahnya bulan yang mulia, yaitu bulan muharram. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل . رواه مسلم في صحيحه

“Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan muharram, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.“ (HR.Muslim)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menamai bulan muharram dengan bulan Allah, ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan sebagian makhluk-Nya terhadap sebagian yang lainnya, serta mengutamakannya dari sebagian yang lainnya.

Hasan al-Bashri rahimahullahu Ta’ala berkata, “Sesungguhnya Allah Ta’ala membuka tahun dengan bulan haram dan mengakhirinya dengan bulan haram, dan tidak ada bulan dalam setahun yang lebih mulia disisi Allah melebihi bulan ramadhan, karena sangat haramnya bulan tersebut.

Hukum Puasa Asyura

Para ulama berpendapat bahwa puasa Asyura itu hukumnya wajib sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan pada tahun kedua hijriah. Maka, setelah diwajibkan puasa Ramadlan, puasa ini menjadi puasa sunnah ‘muakkad’ (sangat dianjurkan). Dan inilah pendapat kebanyakan ulama.   

Namun, pendapat yang lain mengatakan bahwa puasa ini memang sejak dulu hukumnya sunnah ’muakkad’, tidak wajib, hingga diwajibkan puasa Ramadhan, maka hukumnya kembali menjadi sunnah biasa. Namun pendapat ini lemah, seperti yang ditegaskan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani. 

Bacaan Niat Puasa Asyura

Bacaan niat puasa Asyura lainnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى

Nawaitu Shouma ‘Asyuro Sunnatan Lillahi Ta’ala. “Aku niat berpuasa ‘Asyuro (hari kesepuluh Muharram) sunnah karena Allah Ta’ala”.

—————-#—————-

Baca juga: Gerakan lutut dan pinggul saat melakukan tembakan (Shooting) satu tangan bola basket adalah

Demikian yang dapat Teknik Area bagikan, tentang Puasa Asyura: Pengertian, Anjuran, Keutamaan, Hadist, Hukum, dan Bacaan Niatnya. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.teknikarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya. Dapatkan informasi-informasi menarik mengenai hosting terbaik, jasa pembuatan website dan website gratis, Software VPN terbaik, tempat wisata favorit, jasa iklan google, harbolnas, HP Terbaik 2 jutaan, tips investasi emas, tips investasi pada forex tanpa trading, asuransi mobil, dan Indonesia culture.