Pengertian Jalan Tol Menurut Para Ahli

Teknik Area – Tahukah kamu, apa pengertian jalan tol menurut para ahli? Memang secara garis besar kamu sudah mengetahui mengenai jalan tol seperti apa yang sudah disampaikan melalui artikel sebelumnya. Namun tentu tak ada salahnya jika kita juga tau apa dan bagaimana sih pandangan dan pendapat pengertian jalan tol menurut para ahli? Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya :

pengertian jalan tol menurut para ahli

Pengertian Jalan Tol Menurut Para Ahli

Mereka (pakar) memiliki argumennya masing-masing mengenai jalan tol. Namun dengan maksud dan tujuan yang sama. Jalan tak hanya ada di negara kita saja, tetapi juga negara-negara lainnya. Guna menambah wawasan kepada kalian semua, berikut saya sampaikan definisi jalan tol menurut beberapa ahli

1. Dewan Perwakilan Rakyat

Sebagaimana yang kita ketahui, DPR merupakan suatu lembaga negara yang mempunyai tugas untuk membuat undang-undang. Dan soal jalan tol, sudah termaktub di dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 yang berbunyi, “Jalan Tol adalah jalan umum yang merupakan bagian dari sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang pengendaranya diwajibkan untuk membayar tol.

2. Peraturan Pemerintah (PP)

Pemerintah dalam hal ini, Presiden juga mengatur tentang jalan tol dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 menyebutkan bahwa jalan tol adalah jalan umum yang menjadi bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunaanya diharuskan membayar tol. Jadi definisinya, tak jauh berbeda dengan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004

3. KBBI

Menurut KBBI yang dibuat oleh Badan Bahasa, jalan tol disamakan dengan jalan bebas hambatan (walaupun sebenarnya ini sedikit kurang tepat. Dalam KBBI juga dijelaskan bahwa jalan tol merupakan jalan yang tidak ada hambatan seperti lampu lalu lintas ataupun hal lainnya.

Sementara itu pakar-pakar lainnya juga memiliki pendapat atau gagasan yang tak jauh berbeda. Bukan hanya mengenai makna saja, beberapa ahli juga menyampaikan pandangannya seputar pembangunan jalan tol yang sudah terjadi di Indonesia. Siapa saja mereka?

Baca juga  Ukuran Standar Lebar Jalan Tol, Wajib Perhatikan Ini!

1. Dr Hempri Suyatna

Dr Hempri Suyatna adalah seorang Kepala pusat studi kajian pembangunan program studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gajah Mada Yogyakarta memberikan opininya tentang pembangunan jalan tol Jogja-Solo. Beliau berpendapat bahwa tol tersebut memberikan beberapa keuntungan diantaranya adalah mengembangkan wisata dan ekonomi di kawasan Yogyakarta-Solo dan Bawen.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa kehadiran jalan tol tersebut juga harus diimbangi juga dengan usaha dalam peningkatan fasilitas transportasi publik lainnya. Menurutnya, jangan sampai adanya jalan tol justru mematikan mode transportasi yang sudah lama ada misalnya kereta api, bus Yogya- Solo, ataupun yang lainnya. Justru adanya jalan tol diharapkan mampu melancarkan arus lalu lintas namun tidak mengorbankan hal lainnya.

2. Sony Sulaksono Wibowo

Sony Sulaksono Wibowo adalah Pakar Rekayasa Transportasi Institut Teknologi Bandung. Beliau mengatakan bahwa pembangunan tol merupakan solusi yang mudah guna memperlancar lalu lintas, akan tetapi bisa menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Selain itu ia juga berpandangan bahwa jalan tol memang menjadi solusi lebih mudah dan murah jika dibandingkan angkutan massal, seperti LRT dan MRT. Hal ini dikarenakan masa konstruksi bisa cepat dan ada pemasukan dari tarif yang dapat dirasakan langsung oleh investor.

Menurut beliau juga, jalan tol bisa berdampak kurang apik karena bakal mendorong orang untuk lebih menggunakan mobil pribadi. Dan tentu saja hal seperti ini membuat jumlah mobil menjadi lebih banyak. Dan pada akhirnya. Jalan non tol bakal mendapatkan peningkatan volume lalu lintas. Bukan sekadar itu saja, dia juga berpandangan hal ini dapat menambah kebutuhan parkir yang semakin jauh meningkat.

Baca juga  Tujuan dan Manfaat Jalan Tol Untuk Rakyat Umum

3. Djoko Setijowarn

Djoko Setijowarn dikenal sebagai Pakar Transportasi sekaligus akedimisi dari Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang. Beliau beropini bahwa Tol Pemalang-Batang yang mempunyai panjang 39 km yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa perlu dimaksimalkan dan dioptimalkan lagi. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat cukup tingginya angka kecelakaan yang terjadi di sana terutama pada saat bulan Desember 2018.

Guna meminimalisir terjadinya kecelakaan, Djoko Setijowarn juga menyarankan untuk segera membangun rest area, serta penerangan jalan segera dipasang agar pengendara bisa lebih mudah dalam melihat jalan ketika malam hari tiba. Beliau ini benar-benar ingin pemerintah mengelola tol ini secara lebih profesional agar kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

Baca juga Daftar 9 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Penutup

Jadi itulah beberapa pengertian jalan tol menurut para ahli dan juga beragam opini, kritik, saran, dan masukan yang membangun berkaitan dengan pembangunan jalan tol di tanah air. Tentu saran-saran tersebut seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi agar dapat membangun jalan tol lebih baik ke depannya. Dan juga yang tidak kalah penting, jalan tol yang dibangun juga harus memperhatikan aspek-aspek kemasyarakatan sehingga tidak menimbulkan gesekan ketika tol tersebut sudah dioperasikan. Demikian konten yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Leave a Comment