Sistem Bahan Bakar di Kapal [Lengkap]

Apakah Anda sedang mencari sistem bahan bakar kapal, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat. Karena pada artikel kali ini kami akan membagikan sistem bahan bakar pada mesin kapal seperti di tanker, tug boat.

Sistem Bahan Bakar Kapal

sistem bahan bakar kapal

Dalam dunia Perkapalan klasifikasi bahan bakar Sebagai Berikut :

  • MGO (Marine gasoil)
  • MDO (Marine diesel oil)
  • IFO (Intermediate fuel oil)
  • MFO (Medium fuel oil
  • HFO (Heavy fuel oil)

Cara Kerja System Bahan Bakar (Fuel Oil System)

Sistem bahan bakar ini secara umum terdiri atas fuel oil transfer, filtery dan purifering; fuel oil circulating, fuel oil supply, dan heater. Bahan bakar di kapal disimpan di storage tank.

Koil pemanas harus dipasang pada tangki bunker sehingga temperatur bahan bakar pada tangki bunker dapat dipertahankan pada temperatur 40 – 500C. Dari bunker bahan bakar dipompakan ke settling tank, dimana sebelum masuk pompa bahan bakar akan melalui strainer untuk menyaring kotoran – kotoran.

Di settling tank ini juga diberi pemanas dan suhu dipertahankan pada kisaran 50 – 700C. Kemudian dari settling tank dipompakan ke centrifuges untuk membersihkannya dari kotoran dan air. Lalu setelah dari centrifuges masuk ke service tank Dari service tank, bahan bakar dialirkan menuju ke supply pump yang mempunyai tekanan 4 bar.

Supply pump ini juga disebut bagian bertekanan rendah dari circulating system bahan bakar. Untuk menghindari terbentuknya gas/udara pada bahan bakar, maka dipasang sebuah venting box. Venting box terhubung dengan service tank melalui automatic deaerating valve yang bertugas untuk membebaskan gas/udara yang ada dan akan menampung cairan/liquid.

Baca juga  Nama-nama Dataran Rendah di Pulau Sumatera

Dari bagian bertekanan rendah system bahan bakar tersebut (supply pump), bahan bakar kemudian dialirkan ke circulating pump yang akan memompa bahan bakar melewati heater (untuk dipanaskan sampai 1500C) dan full flow filter (penyaringan) untuk kemudian masuk ke motor induk.

Untuk memastikan pensuplaian bahan bakar cukup banyak, maka kapasitas dari circulating pump dibuat lebih besar dari jumlah bahan bakar yang dikonsumsi oleh motor induk.

Dan kelebihan bahan bakar tersebut akan disirkulasikan kembali dari motor melalui venting box yang kemudian akan menuju ke circulating pump kembali. Untuk memastikan tekanan konstan pada injection pump pada semua beban kerja motor induk, maka Spring Loaded Overflow dipasang pada system bahan bakar engine.

Tekanan bahan bakar yang masuk pada engine harus 7-8 bar, setara dengan tekanan pada circulating pump yaitu sebesar 10 bar.

Ketika engine berhenti, circulating pump akan terus bekerja untuk mensirkulasikan Heavy Fuel yang telah dipanaskan dan tetap melewati fuel oil system engine dengan tujuan untuk menjaga bahan bakar tetap panas dan katup bahan bakar tetap terdeae-rated.

Baca juga: Jenis Bahan Bakar Untuk Kapal Laut

Penutup

Demikian yang dapat Teknik Area bagikan, tentang Sistem Bahan Bakar Kapal. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.teknikarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel perkapalan berikutnya.

Leave a Comment