Seorang anak dapat mewarisi sifat dari

Apakah Anda sedang mencari pernyataan tentang Seorang anak dapat mewarisi sifat dari, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat.

Jangan lupa berdoa biar ilmunya berkah!

Seorang anak dapat mewarisi sifat dari

Soal: Seorang anak dapat mewarisi sifat dari …

A hanya dari ibunya
B. hanya dari ayahnya
C. dari ayah dan ibunya
D. dari ayah atau ibunya

Jawaban: D. dari ayah atau ibunya

Pembahasan:

Seorang anak dapat mewarisi sifat dari kedua orangtuanya. Sifat keturunan dibawa oleh kromosom melalui sel sperma dan sel ovum. Kedua sel gamet tersebut akan melebur membentuk keturunan yang membawa sifat dari keduanya. Sifat yang muncul disebut sifat dominan, sedangkan yang tertutuoi disebut sifat resesif.

Misalnya ayah memiliki rambut keriting dan ibu mempunyai rambit lurus. Diketahui rambut keriting lebih dominan dari rambur lurus. Maka kemungkinan kerurunannya adalah:

Parental 1: keriting  x  lurus

Genotip: KK  x  kk

Gamet: K  x  k

Filial 1: Kk (keriting)

Dari persilangan di atas diketahui hasilnya adalah berambut keriting. Maka kemungkinan keturunannya memiliki rambut keriting 100%.

Pewarisan sifat atau hereditas adalah penurunan sifat dari induk atau orang tua kepada keturunannya atau anak. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Sifat-sifat pada makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Pewarisan sifat dipelajari pertama kali oleh Gregor Johann Mendel (1822–1884). Mendel melakukan percobaan pewarisan sifat pada tanaman ercis (Pisum sativum).

Ada beberapa alasan mengapa tanaman ercis dipilih oleh Mendel untuk memulai percobaannya ini, di antaranya sebagai berikut:

1. Tanaman ercis (Pisum sativum) memiliki variasi yang cukup kontras, di antaranya: warna biji (kuning dan hijau), kulit biji  (kisut dan halus), bentuk buah/polong (alus dan bergelombang), warna bunga (ungu dan putih), tinggi batang (panjang dan pendek).

2. Dapat melakukan penyerbukan sendiri

3. Cepat menghasilkan keturunan.

4. Mudah dikawin silangkan.

Mendel kemudian merumuskan suatu hipotesis bahwa sifat yang ada pada organisme akan diturunkan secara bebas atau dikenal dengan Hukum I Mendel. Terjadi pada persilangan monohibrid. Persilangan monohibrid merupakan persilangan yang hanya menggunakan satu macam gen yang berbeda atau menggunakan satu sifat beda. Misalnya persilangan antar warna (merah dengan putih), persilangan bentuk (bulat dengan kisut).

Adapun ada percobaan berikutnya Mendel menemukan bahwa setiap sifat dari kedua induk diturunkan secara bebas dan mengelompokm secara bebeas antara gen satu dengan lainnya sehingga Mendel menamakannya hukum pemisahan secara bebas atau disebut Hukum II Mendel. Terjadi pada persilangan Dihibrid. Persilangan dihibrid merupakan persilangan yang menggunakan dua tanda beda atau dua pasangan kromosom yang berbeda. Misalnya adalah persilangan warna-bentuk (hijau-bulat dengan kuning-kisut).

Dalam pewarisan sifat dikenal beberapa istilah antara lain:

  1. Parental : Induk
  2. Filial : Keturunan
  3. Gamet : Sel Kelamin
  4. Fenotip : Ekspresi sifat individu yang tampak oleh indra
  5. Genotip : Ekspresi sifat individu yang tak terlihat dan terekdpresi dalam gen
  6. Dominan : Sifat yang muncul
  7. Resesif : Sifat yang tertutupi
  8. Homozigot : Susunan gen pada organisme yang memiliki pasangan alel yang sama (TT)
  9. Heterozigot  : Susunan gen pada organisme yang memiliki pasangan alel yang berbeda (Tt)
  10. Intermediet : Sifat tersembunyi yang akan muncul jika gen dalam keadaan homozigot
  11. Alel : Pasangan gen dari 2 kromosom homolog dan terletak dalam lokus yang sama
  12. Lokus : Lokasi khusus gen dalam kromosom
  13. Galur Murni  : Tanaman yang memiliki keturunan yang sama dari generasi ke generasi.

Baca juga Berikut ini Pernyataan tentang kromosom dna dan inti sel yang benar adalah

Demikian yang dapat Teknik Area bagikan, tentang pernyataan tentang seorang anak dapat mewarisi sifat dari. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.teknikarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel biologi berikutnya.