Jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia

Apakah Anda sedang mencari jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat.

Jangan lupa berdoa biar ilmunya berkah!

Jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia

Indonesia adalah bangsa yang dikenal beragam baik itu suku dan ras, budaya, adat istiadat, keyakinan atau agama, bahasa dan lain sebagainya. Keberagaman ini terjadi didorong oleh sejumlah faktor. Salah satu faktor tersebut adalah kondisi GEOGRAFIS INDONESIA yang terletak di posisi strategis sehingga mudah bersinggungan dengan bangsa lain.

Selain itu, kondisi geografis berupa KEPULAUAN turut mendukung keberagaman tersebut sehingga masing-masing pulau memiliki karakter budaya berbeda. Selain itu iklim dan kondisi alam yang berbeda masing-masing pulau juga berpengaruh pada proses adaptasi suku bangsa yang berpengaruh pada kebudayaannya. Pada akhirnya lahir kebudayaan yang beragam yang mengacu pada kondisi lingkungan sekitar.

Penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia

Yang menjadi penyebab keragaman suku bangsa juga budaya di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Kondisi geografis
  2. Kondisi iklim pun juga lingkungan alam yang berbeda-beda
  3. Adanya pengaruh kebudayaan asing dengan corak berbeda-beda
  4. Adanya kemampuan adaptasi atas pengaruh asing yang berbeda-beda

1. Leluhur yang Berbeda

Leluhur bangsa Indonesia berasal dari dua nenek moyang dengan ras yang berbeda. Suku bangsa yang tinggal di bagian barat Indonesia merupakan keturunan Ras Mongoloid, sedangkan yang tinggal di bagian timur adalah keturunan Ras Australomelanesid.

Leluhur suku bangsa di timur Indonesia datang lebih dulu ke wilayah nusantara dari Afrika pada 100.000-300.000 tahun lalu. Leluhur suku bangsa di barat Indonesia baru datang pada 5.000 tahun lali dari selatan Taiwan.

2. Pengaruh Budaya Asing

Keberagaman dapat juga muncul dari pengaruh kebudayaan asing yang berpadu dan membentuk akulturasi dua unsur kebudayaan hingga menciptakan budaya baru dengan ciri khas berbeda.

Misalnya, budaya Jawa setelah Kesultanan Mataram Islam banyak dipengaruhi oleh budaya Arab yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Jazirah Arab. Sistem penanggalan Jawa bahkan memiliki keterkaitan erat dengan sistem penaggalan Hijriyah Islam dari Arab.

3. Kondisi Iklim yang Berbeda

Kondisi iklim antar wilayah Indonesia yang berbeda turut mempengaruhi keragaman suku bangsa.

Masyarakat yang tinggal di wilayah bagian barat Indonesia yang memiliki musim hujan teratur akan bermata pencaharian sebagai petani, sedangkan yang tinggal di wilayah bagian timur Indonesia yang memiliki musim kemarau panjang dan didominasi oleh padang sabana akan bermata pencaharian sebagai peternak atau pemburu.

Mereka yang hidup sebagai pemburu akan cenderung memiliki kulit yang lebih gelap karena sering terkena paparan sinar matahari.

4. Letak Geografis

Wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas ribuan kepulauan dengan bentang alam yang berbeda memiliki andil besar dalam mempengaruhi keberagaman bangsa.

Masyarakat lokal akan selalu berdaptasi pada lingkungan tempat tinggalnya, secara tidak langsung hal itu turut mempengaruhi adat kebiasaan, kepercayaan, dan adat kebiasaan mereka sedikit demi sedikit. Perbedaan bentang alam pada tempat tinggal akan memicu adanya keberagaman.

Sebagai contoh, dalam satu pulau, kelompok masyarakat yang tinggal di daerah pesisir akan memiliki adat budaya dan kepercayaan yang erat kaitannya dengan laut.

Sedangkan kelompok masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan akan cenderung memiliki adat budaya dan kepercayaan yang erat kaitannya dengan gunung. Kondisi yang lebih berbeda bisa ditemui di kelompok masyarakat yang di pulau lain dengan kondisi geografis yang jauh berbeda pula.

Baca juga Salah satu penyebab maraknya pergaulan bebas adalah

Demikian yang dapat Teknik Area bagikan, tentang Jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.teknikarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel budaya berikutnya.

Sumber artikel: phinemo.com