DWT Kapal : Pengertian, Rumus dan Cara Menghitung

Apakah Anda sedang mencari DWT kapal, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat. Karena pada artikel kali ini kami akan membagikan pengertian DWT, Rumus DWT, dan cara menghitung DWT kapal.

DWT KAPAL

Pengertian DWT?

DWT (Deadweight Tonnage) adalah berat dari Muatan, Bahan bakar, Minyak pelumas, Air tawar, ballast, provisi (perbekalan), Penumpang dan Anak buah kapal (ABK) atau Berat kapal keseluruhan dalam keadaan muatan penuh dan siap untuk berlayar dikurangi berat kapal kosong termasuk mesin, permesinan dan perpipaan.

Pengertian lainnya adalah  total berat yang dapat diangkut oleh suatu kapal.

DWT juga ada yang mengartikan sebagai ukuran seberapa berat sebuah kapal untuk mampu dimuati (max load

) sampai pada sarat summer draft pada Plimsoll mark pada garis air dgn berat jenis 1.025 (air dimana kapal itu mengapung) jadi semua yg dapat dimuati: berat awak kapal, perbekalan, air tawar, bbm, air balas juga kalo ada. Cargo semua yg numpang di atas kapal itu total berat semuanya disebutlah DWT, tetapi tidak termasuk berat kapal nya.

Rumus DWT

DWT adalah displacement dikurangi LWT

DWT = D – LWT

DWT bisa digolongkan menjadi :

  • Berat Bahan Bakar Main Engine
  • Berat Bahan Bakar Auxiliary Engine
  • Berat Minyak Pelumas
  • Berat Air Tawar
  • Berat Bahan Makanan
  • Berat Crew dan Barang Bawaan
  • Berat Tambahan/Cadangan (0,5 ~ 1,5) % Displacement
  • Berat Bersih Muatan Kapal ( Pay Load )

Pemilik kapal pasti akan berusaha untuk mendapatkan berat bersih muatan (Pay load) yang terbesar karena inilah yang menghasilkan uang (hal inilah yang kadang menjadi kecurangan pihak pemilik kapal, kenapa suatu kapal tidak dikelaskan sebagaimana peraturan yang ditetapkan oleh klasifikasi, karena biasanya pihak klasifikasi mensyaratkan bagian tertentu dari kapal yang harus dimodifikasi sedemikian rupa sehingga membuat payload menjadi kecil dan menyebabkan pemilik kapal kehilangan keuntungan dengan berkurangnya payload tersebut.

Baca juga  Marpol Annex 1 (Mineral Oils)

Tiap kapal memiliki kapasitas muatan (pay load) yang berbeda-beda persentasenya tergantung dari designya. Pada grafik hydrostatic kapal kita bisa lihat semua, karena tiap kapal memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Biasanya LWT (berat baja dan machinery) maksimal 30% dari displacement karena kalo lebih dari itu kurang menguntungkan.

Perhitungan DWT (Berat Mati Kapal)

DWT = D – LWT
= 716.70 – 392,67
= 324,03 ton

Koreksi perhitungan DWT dengan rumus pendekatan BOCKER
DWT berkisar antara (0,3 – 0,5)

x = DWT / D
= 324,03 / 716.70
= 0,45 (0,3 ≈ 0,5) ⇒ memenuhi

Baca juga Displacement Kapal : Pengertian, Rumus dan Perhitungannya

Penutup

Demikian yang dapat Teknik Area bagikan, tentang DWT Kapal. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.teknikarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel perkapalan berikutnya.

Leave a Comment